Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Yang Masih Ada Sampai Sekarang

Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai – Kerajaan Samudra Pasai yang terletak di pesisir pantai Utara Sumatra, lebih tepatnya di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh. Kerajaan Samudra Pasai di dirikan oleh Marah Silu yang mempunyai gelar Malik as-Saleh pada tahun 1267.

Ada banyak peninggalan yang menjadi bukti sejarah kerajaan samudra pasai, berikut adalah bukti peninggalan kerajaan Samudra Pasai:

5 Peninggalan Kerajaan Samudra Pasai Sampai Sekarang

Gambar yang anda liat pada artikel ini tidak 100% akurat, gambar hanya sebagai ilustrasi semata.

1. Dirham

Dirham Kerajaan Samudra Pasai
Dirham pada zaman dahulu tidak menggunakan kertas, karena dirham pada saat kerajaan Pasai terbuat dari 70% emas murni 18 karat tanpa campuran kimia dengan diameter 10 mm dengan berat 0.6 gram setiap koin nya . 
Terdapat dua jenis dirham pada saat itu, satu dirham dan setengah dirham. Nah pada satu sisinya terdapat tulisan Muhammad Malik Al-Zahir, dan pada sisi lainnya tertulis nama Al-Sultan Al-Adil, dirham menjadi mata uang yang paling sering digunakan pada waktu itu.

2. Cakra Donya

Cakra Donya
Cakra Donya adalah sebuah lonceng yang dianggap keramat. Cakra Donya merupakan sebuah lonceng yang bentuknya seperti mahkota besi, yang terbuat dari besi dan di buat oleh orang China pada tahun 1049 M. Cakra Donya memilih bentuk ukuran tinggi 125 cm dan lebar 75 cm.
Cakra Donya ini berasal dari negara China yang di peruntukan kepada sultan Samudera Pasai pada saat itu.

3. Naskah Surat Zainal Abidin

Naskah Surat Zainal Abidin
Sebelum meninggal nya sultan Zainal Abidin ia sempat menuliskan sebuah surat yang diperlihatkan pada Kapiten Moran bertindak atas nama wakil raja Portugis di India.
Sultan Zainal Abidin menulis surat tersebut menggunakan bahasa Arab, yang isinya menjelaskan keadaan Kerajaan Samudra Pasai pada saat abad ke-16. Pada surat ini Sultan Zainal Abidin juga menggambarkan keadaan terakhir yang sedang di alami oleh kerajaan Samudra Pasai setelah bangsa  Portugis menaklukkan Malaka pada tahun  1511 M.
Nama-nama kerajaan dan negri yang memiliki hubungan erat dengan kerajaan Samudra Pasai juga tertulis pada surat tersebut. Diantara lain negeri Mulaqat (Malaka) dan Fariyam (Pariaman).

4. Stempel Kerjaan Samudra Pasai

Stempel kerajaan Samudra Pasai
Tim peneliti sejarah kerajaan Islam menemukan sebuah stempel yang di duga milik sultan ke dua kerajaan Pasai yang bernama Muhammad Malikul Zahir. Penemuan stempel ini berada di lokasi Desa Kuta Krueng, Kec. Samudra, Kab. Aceh Utara.
Ukuran nya terbilang kecil yaitu sekitar 2×1 cm, dan terbuat dari tandu hewan. Ada beberapa pendapat bawah stempel ini dipakai sampai kepemimpinan Sultan Zainal Abidin.

5. Nisan Sultan Malik As-shalih

Nisan Sultan Malik As-shalih
Pada nisan ini terdapat tulisan Arab yang artinya “ini adalah kubur kepunyaan almarhum hamba yang dihormati, yang diampuni, yang takwa, yang menjadi penasehat, yang terkenal, yang berketurunan, yang mulia, yang kuat ibadah, penakluk, yang bergelar Sultan Malik As-shalih. Tanggal wafat bulan Ramadhan 696 Hijrah/1297 Masehi”.
Dan di samping kuburan Sultan Malik As-shalih terdapat syair yang berbunyi sebagai berikut:
  • Sesungguhnya dunia ini fana, tiada yang kekal
  • Sungguh, Dunia ibarat (rumah) sarang yang di tenun oleh laba-laba
  • Cukup sudah bagimu dunia ini wahai pencari makan
  • Hidup (umur) hanya sekejap, siapapun akan mati
Nah di atas adalah beberapa peninggalan sejarah kerajaan Samudra Pasai, ada banyak peninggalan kerajaan Pasai tapi yang tidak bisa Mimin bahas.
Semoga artikel ini bermanfaat dan berguna untuk kamu yang ingin mengulik sejarah kerajaan Samudra Pasai